Terus-terang saya surprise (dan mungkin juga terharu): ternyata keputusan saya jadi penulis independen dan full-time blogger dengan meninggalkan profesi sebelumnya yang lumayan mapan, mendapat respon positif dari teman-teman semua.
Ada yang menuliskan posting di blognya maupun mengirimkan ucapan selamat via surat elektronik dan pesan pendek di ponsel.
* Blogger Profesional Pertama [Kuncoro]
* Selamat buat Budi Putra [Mardiyah @ Blog Tempo Interaktif]
* Indonesia’s first professional blogger? [Unspun]
* Budi Putra is no longer in Tempo [Maverick Indonesia]
* Blogger Full Time Pertama Indonesia [JaF]
* The Full Time Blogger to be [Dodi]
Oh ya, meskipun secara formal saya sudah tidak karyawan TEMPO lagi, saya masih ngeblog di Blog Tempo Interaktif. Makanya, saya bilang, sesungguhnya saya “setengah pamit” buat teman-teman di TEMPO.
Di sinilah saya akan ngeblog secara rutin:
* thegadget
* Indonesia Tech
* The Asia Tech
* 3GWeek
* Blog Jurnalisme
* Toekang IT – CNET Asia
* Blog Tempo Interaktif
Sekali lagi, terimakasih atas dukungannya! Ayo kita besarkan blogosfer Indonesia!
Sumber: thegadget

25 tanggapan so far ↓
sapto Y // Maret 5, 2007 pada 6:19 am |
Hi Bud,
Salut dengan pilihanmu menjadi full time blogger. Banyak hal bisa dilakukan di luar sana. Seperti yang pernah kau bilang, baju Tempo memang udah kekecilan buatmu. Padahal, aku baru mau belajar soal blog nih… Sekarang mesti bayar dong kalau nanya-nanya….hehe…
Selamat ya Bud. Sukses selalu dengan pilihanmu. Jangan lupa kontak kalau mau ngopi-ngopi atau sekedar lesehan di Melawai seperti dulu…
Salam,
Sapto Y
Biho // Maret 6, 2007 pada 12:37 am |
Congratz mas Budi.
Kang Kombor // Maret 6, 2007 pada 4:38 am |
Top tenan, Kang. Saya mah masih istikomah ngeblog hanya untuk samben saja.
fazlurrahman // Maret 7, 2007 pada 8:09 am |
sebuah pilihan yang sulit tapi berani! selamat
agung // Maret 9, 2007 pada 7:48 am |
aduh mas.. jarang2 lo yang berani ninggalin kemapanan hanya buat menjadi blogger profesional.
xvain // Maret 11, 2007 pada 4:03 am |
buset.. jadi “full time” blogger? pasti repot tuh..
tapi gapapa deh , selamat buat mas budi
Asep Setiawan // Maret 15, 2007 pada 7:12 pm |
Meski telat, selamat ya Mas Budi, jangan khawatir yang bikin Google saja makmur dan hidup di dunia virtual, apalagi orang produktif seperti Anda.
CLO // Maret 25, 2007 pada 10:43 pm |
dunia ini mmg butuh orang2 pemberani spt mas bud ini. Go ahead mas…
Herry // Maret 29, 2007 pada 2:06 pm |
Gile…. Aneh tapi nyata neh Mas Bud. Tapi skali lagi salut aja deh buat pilihan yang berani ini. Oh ia Mas, bagi-bagi dong pengalaman jurnalistik dan blognya…
Salam Kenal!!!!
Kampret Nyasar // Maret 29, 2007 pada 2:59 pm |
Wah, selamat deh – moga2 tersu semangat dan bisa menghasilkan tulisan yang bermutu buat komunitas.
huda // April 1, 2007 pada 9:01 am |
Smoga sukses deh om..
.
Btw.. memangnya kenapa sih koq cabut dari Tempo??
huda // April 1, 2007 pada 9:15 am |
oya.. saya tadi ntn acara e-lifestylenya.. saya posting jg ttg itu di blog sy
mohon komennya dong Pak..
dinasulaeman // April 28, 2007 pada 6:00 am |
Salam kenal Pak Budi, saya sdh sejak lama mengikuti blog Bpk, tapi baru2 ini saja mengaktifkan blog di wordpress. Kalau tidak berkeberatan, tolong di-link ya:)
Dina
Dimas // Mei 8, 2007 pada 12:40 pm |
Salam kenal,
salut buat mas Budi dan usahanya untuk memajukan blogosphere di Indonesia. Sudah saatnya new media mulai penetrasi ke masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai online social networking. Sekali lagi good luck!
Rais Zakaria // Mei 19, 2007 pada 10:15 am |
Selamat buat Bung Budi dengan langkah beraninya. Tolong di email no cell, thx
Marwan Azis // Mei 24, 2007 pada 9:24 am |
Sukses yah, atas keputusanya keluar dari Tempo meski masih setengah pamit. Saya yakin dengan keputusan itu, jurnalisme blogger Indonesia akan makin berkembang…….
Salam…….
Yakin Usaha Sampai
Kelik // Mei 29, 2007 pada 11:52 am |
Mas Budi, saya juga jadi ikutan ngeblog nih.
Blog saya semoga unik, karena menyertakan
isi proyek musik dan ditautkan ke portal
musik digital. Saya merasa tersanjung,
kalau anda bersedia menautkan blog ini
di blog jurnalisme.
Terima kasih
Bhayu // Juni 15, 2007 pada 2:28 pm |
Selamat Bung Budi! Saya pernah membaca soal fulltime blogger di postingan milis, tapi baru ketemu sekarang the real blog-nya. Saat Anda sudah terbang, saya malah baru melangkah karena ingin membagikan sesuatu. Apalagi saat ini saya mengajar komunikasi di kampus kecil yg mahasiswa minim akses ke referensi. Jadilah saya bikin http://www.bhayu.wordpress.com.
Bila tidak keberatan, saya mohon di link back ya Bung. Terima kasih.
Nilna // Juli 27, 2007 pada 2:42 am |
Salam kenal mas Bud. Saya pengen ngikutin jejaknya nih. Tapi masih belum berani euy. Masih belajar dulu ….
make money blog // Agustus 10, 2007 pada 7:13 pm |
tiap orang punya pilihan, mana jalan hidup yang akan ditempuh. akankah ia ingin jadi penulis, bankir, jurnalist, atau fulltime blogger. masing2 ada resikonya. tapi, ketika pekerjaan itu dilakukan atas dasar kecintaan, kesulitan apapun yang akan dijumpai, akan dihadapinya dengan senang. good luck mr budi putra, anda telah menunjukkan kepada kami, memilih jalan hidup karena kecintaan.
Nav // September 23, 2007 pada 5:33 pm |
hehe… gila x
Junarto Imam Prakoso // Oktober 26, 2007 pada 3:54 am |
Pak Budi,
Saya baru pertama kali mendengar istilah “blogger profesional.” Selama ini saya pikir blogging itu cuma aktivis hobi-nonprofit. Boleh saya dapat info lebih lanjut tentang pekerjaan blogger profesional ini? Mungkin bisa dijelaskan lewat artikel khusus Pak Budi. Terima kasih banyak.
max // Oktober 28, 2007 pada 4:12 am |
Pilihan yang berani, Da. Salut, semoga apa yang diimpikan terwujud. Salam buat Uni Evi jo Ferdi
MF Arief // Nopember 7, 2007 pada 2:50 am |
Salut…Hanya itu yang bisa saya katakan..Semoga saya juga akan memiliki keberanian seperti itu..Salam
Sanggar Mepet Sawah // Desember 18, 2007 pada 6:37 am |
Yup, kita ngeBlog seetiap hari biar tidak goBlog saja.