NHK Jepang sedang mencari wartawan, penyiar atau produser asal Indonesia untuk bekerja di Negeri Matahari Terbit. Tertarik?

NHK Jepang sedang mencari wartawan, penyiar atau produser asal Indonesia untuk bekerja di Negeri Matahari Terbit. Tertarik?

Kategori: Journalist · Vacancy
Terus-terang saya surprise (dan mungkin juga terharu): ternyata keputusan saya jadi penulis independen dan full-time blogger dengan meninggalkan profesi sebelumnya yang lumayan mapan, mendapat respon positif dari teman-teman semua.
Ada yang menuliskan posting di blognya maupun mengirimkan ucapan selamat via surat elektronik dan pesan pendek di ponsel.
* Blogger Profesional Pertama [Kuncoro]
* Selamat buat Budi Putra [Mardiyah @ Blog Tempo Interaktif]
* Indonesia’s first professional blogger? [Unspun]
* Budi Putra is no longer in Tempo [Maverick Indonesia]
* Blogger Full Time Pertama Indonesia [JaF]
* The Full Time Blogger to be [Dodi]
Oh ya, meskipun secara formal saya sudah tidak karyawan TEMPO lagi, saya masih ngeblog di Blog Tempo Interaktif. Makanya, saya bilang, sesungguhnya saya “setengah pamit” buat teman-teman di TEMPO.
Di sinilah saya akan ngeblog secara rutin:
* thegadget
* Indonesia Tech
* The Asia Tech
* 3GWeek
* Blog Jurnalisme
* Toekang IT – CNET Asia
* Blog Tempo Interaktif
Sekali lagi, terimakasih atas dukungannya! Ayo kita besarkan blogosfer Indonesia!
Sumber: thegadget
Kategori: Bloggers · Blogging · Journalist · Media · News · Online Journalism · Writing
![]()
Blog Tempo Interaktif diluncurkan. Mencatatkan sejarah sebagai media pertama di Indonesia yang punya blog, Blog Tempo Interaktif adalah blog yang dipublikasikan sebagai bagian dari fitur Tempo Interaktif. Para bloggernya berasal dari kalangan wartawan dan redaktur di semua unit Group TEMPO.
Menggunakan platform WordPress, blog ini mengusung tema Blue Zinfandel 2.0 karya Brian Gardner. Sejumlah wartawannya yang juga blogger seperti Budi Putra dan Wicaksono akan ngeblog di sini.
Link: The Gadget
Kategori: Blogging · Citizen Journalism · Journalist · Media · News · Online Journalism · Print Journalism · Writing

Ini salah satu model jurnalisme publik (citizen journalism). Berasal dari publik, dipilih dan dibaca oleh publik. Para pembacalah yang akan memilih dan menentukan berita pilihannya — bukan editornya.
Bukan blog, bukan agregator. Inilah portal komunitas Wikimu.com yang mengusung konsep partisipatif. Bukanlah situs berita, walaupun Wikimu.com berisi aneka ragam informasi: mulai dari isu layanan publik, transportasi hingga suara konsumen.
Siapa saja bisa mendapatkan dan mengirimkan informasi, termasuk menambahkan, melengkapi, atau menyanggah informasi yang sudah ada. Siapa saja juga bisa menyampaikan kutipan informasi dari sumber berita yang dibaca, didengar, ditonton dari media-media umum seperti koran, majalah, radio, dan televisi dengan menyebutkan sumbernya. Pengunjung bisa menambahkan komentar terhadap berita dari media-media umum.
Untuk kirim berita, pengunjung bisa langsung menuliskannya di boks Kirim Warta tanpa harus mendaftar jadi member. Hanya saja, kalau tidak jadi member, berita yang dikirim tidak bisa di-vote dan si pengirim kehilangan kesempatan jadi Anggota Favorite — ya, narsis dikit bolehlah
![]()
Proses distribusi dan tukar menukar informasi ini dapat dilakukan tanpa biaya apa pun. Namun, untuk mendapatkan apresiasi atas partisipasi dalam Wikimu.com, Anda harus mendaftarkan diri sebagai anggota. Pendaftaran ini tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.
via TheGadget
Kategori: Citizen Journalism · Journalist · Media
![]()
Kalau biasanya sering mewawancarai, kini giliran saya yang diwawancarai. Apalagi yang ini sungguh sebuah kehormatan dan penghargaan besar bagi saya karena diwawancarai oleh host Perspektif Baru, Wimar Witoelar:
Pembaca Perspektif Baru di manapun Anda berada, saya Wimar Witoelar berjumpa kembali dengan Anda. Di sini jujur saja, saya sangat excited karena ada tamu yang sangat exciting, yaitu Budi Putra. Menurut saya, dia adalah orang nomor satu atau nomor dua dalam dunia internet, khususnya blogging, di Indonesia. Budi Putra adalah redaktur informasi teknologi (IT) di Koran Tempo dan Content Manager di Tempo Interaktif. Dia juga penulis kolom di blog CNET Asia.
Budi Putra menyarankan kita untuk mulailah dari sekarang nge-blog. Blog adalah satu tempat yang sangat luar biasa untuk kita mengekspresikan diri. Blog mendorong semua orang agar bisa menulis. Kemampuan menulis tidak hanya dimiliki oleh wartawan atau penulis buku. Melalui blog seorang ibu rumah tangga juga bisa membuat diary seperti mengenai resep masakan saja. Seorang atlet bisa menulis tentang tips-tips kesehatan. Jadi kemampuan menulis adalah suatu sarana yang membuat kita makin lebih menguasai sesuatu yang sudah kita baca dan amati. Nah, blog merupakan muara dari semua itu.
Berikut wawancara Wimar Witoelar dengan Budi Putra. Baca selengkapnya.
Via TheGadget
Kategori: Blogging · Interview · Journalist · Media · Online Journalism
Bagi wartawan media cetak dan online, terbuka kesempatan mengikuti Lomba Karya Tulis Jurnalistik Telkom 2006. Temanya: Kerja keras dan Inovasi, Kunci Menuju Layanan Telekomunikasi yang Berkualitas dan Murah. Karya yang akan diperlombakan sudah harus dimuat di media masing-masing pada periode 1 s.d 27 September 2006. Hadiahnya lumayan: Rp25 juta bagi Juara 1.
Informasi lengkapnya lihat di sini.
Kategori: Awards · Competition · Contest · Journalist · Online Journalism · Print Journalism · Writing

Bukan untuk membangga-banggakan diri — karena saya takut terjebak jadi narsis — tapi saya ingin mengabarkan hal ini hanya untuk memotivasi yang lain.
Per 7 Agustus lalu, saya terpilih sebagai salah satu penulis kolom di blog CNET Asia (portal IT nomor 1 di Asia dan menjadi referensi utama bagi market di Asia dan dunia). Silahkan dilongok dua kolom perdana saya di http://asia.cnet.com/reviews/blog/toekangit/.
Saya akan ngeblog di situ dua kali seminggu selama setahun.
Mau tahu mengapa saya bisa “terlompatkan” jadi salah satu dari delapan Blogger CNET Asia? Selain pertimbangan pengalaman lain-lainnya, di atas semua itu, karena saya sudah “ngeblog dalam bahasa Inggris.” Setidaknya begitu alasan managing director CNET Asia saat menghubungi saya via e-mail menawarkan posisi ini untuk saya.
Nah, bukankah ngeblog menawarkan sebuah opportunity? Jadi mulailah ngeblog dan pelan-pelan mulai juga versi bahasa Inggrisnya. Ayo, tunggu apa lagi!?
P.S. Terimakasih, buat teman-teman blogger yang “merayakan” hal ini dengan posting-postingnya tentang saya:
A Fatih Syuhud: How Blog in English Could Benefit You
Pujiono – JalanSutera.com: Budi Putra di Cnet Asia itu
Kategori: Bloggers · Blogging · Journalist · Media · News · Online Journalism · Writing
Tak terasa, tahun ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan genap berusia 12 tahun. Tepat pada 7 Agustus 1994, puluhan jurnalis berkumpul di Sirnagalih, Puncak, Jawa Barat, menyatukan tekad membangun kehidupan pers yang lebih bebas, demokratis dan memanusiakan. Sudah banyak yang ilewati organisasi ini dan para penggiatnya. Namun masih banyak pula mimpi dan cita-cita yang belum mampu digapai.
Tema besar peringatan ulangtahun AJI tahun ini adalah media untuk keberagaman. Sebagai organisasi profesi jurnalis, AJI ingin menjawab pertanyaan khalayak ramai yang hari-hari ini sering mempertanyakan sejauh mana media dan insan pers berperan dan peduli menjaga keberagaman masyarakat kita.
Kategori: Agenda · Journalist · News Gathering · News Investigation · Online Journalism · Peace Journalism · Print Journalism
Andreas Harsono menulis tentang gagasan menyelenggarakan kursus menulis Bahasa Inggris di blognya. Postingnya ini juga merupakan salah satu respon dari postingnya tentang kiat menulis Bahasa Inggris di blog Jurnalisme beberapa waktu lalu.
Beberapa bulan belakangan ini, saya menerima beberapa e-mail atau posting via blog saya, tentang keinginan para pengirim surat tersebut agar Yayasan Pantau bikin kursus menulis esai atau feature dalam Bahasa Inggris.
Budi Putra misalnya, redaktur teknologi Koran Tempo, minta menaruh sebuah esai saya soal bagaimana menulis dalam bahasa Inggris ke situs blog miliknya www.jurnalisme.wordpress.com. Saya tentu senang sekali. Dia sendiri ingin lancar menulis dalam bahasa internasional ini.
Budi juga mengajak saya bertemu di Plasa Senayan. Kami mengobrol dan ia cerita banyak soal beberapa buku karyanya. Tapi rasanya belum afdol kalau belum dalam bahasa Inggris?
Saya anjurkan dia menulis untuk The Jakarta Post. Ia suka dengan ide itu. Ini ajang latihan menulis yang efektif. Di sana ada editor yang bisa memberikan feedback dan memperbaiki karyanya.
Minggu lalu, saya lihat byline miliknya muncul di harian ini. Saya ikut senang.
(lagi…)
Kategori: Bloggers · Citizen Journalism · Features · Journalist · Media · Online Journalism · Peace Journalism · Print Journalism · Tips & Trick · Writing
Jurnalis punya hak untuk tidak membeberkan jati-diri sumber atau informannya. Tapi ada kalanya jurnalis harus mengungkap siapa sumbernya. Kapankah?
Freedom of the Press: When Journalists Should Reveal Their Sources
By Candida Bohnne-Eittreim
Journalists have always claimed the right to protect their sources from exposure. One of the most notable cases was the Ellsburg Papers which led to the Watergate Scandal. That particular story was covered by Bob Woodward and Carl Bernstein, who tried to protect Daniel Ellsberg from disclosing how he came into possession of certain documents. This scenario is common to journalists who are investigating a major piece of ethical wrongdoing in governmental affairs. But the question here is, When should a journalist reveal sources, and under which circumstances?
Kategori: Citizen Journalism · Journalist · Media · News · News Gathering · News Investigation · Online Journalism · Peace Journalism · Print Journalism · Writing