Punya artikel atau tips seputar penulisan dan jurnalisme? Ataupun pengumuman lomba, seminar, diskusi, apapun yang sesuai dengan misi Blog Jurnalisme. Silahkan kirimkan ke boedipoetra [at] yahoo dot com. Sumber atau link sumber akan dicantumkan di bawah artikel sumbangan.
Terimakasih
Editor

19 tanggapan so far ↓
nida // Oktober 18, 2006 pada 9:00 am |
hai mas..saya nida mahasiswi Jurusan ilmu Komunikasi Universitas hasanuddin. Saya mau nyumbang artikel saya ttk komunikasi massa .Artikel ini saya buat dalam Bahasa Inggris. Ditunggu masukannya yah..!Thanks
thegadget // Oktober 18, 2006 pada 9:18 am |
Hi nida,
saya tunggu artikelnya yah.
thx
Rgds
Budi Putra
Siska // Oktober 24, 2006 pada 12:38 am |
Hello Budi,
Saya Siska Silitonga. Koresponden Radio 68H di Beijing. Saya lagi di San Francisco nih, cuti untuk menyelesaikan Master’s.
Saya cuma mau kasih tips untuk jurnalis- jurnalis kita yang ingin belajar ke Amrik. Coba lihat website sekolah saya http://www.newcollege.edu (Media Studies Graduate Program)
Fokus pendidikan di sekolah ini adalah independent media (San Francisco pusatnya indipendent media di Amerika)
Cepat kok kursusnya cuma 1 tahun. Tapi benar-benar disini kita dilatih untuk sangat kritis dalam menulis dan melaporkan berita. Mainstream media di Amerika sudah keterlaluan…seperti CNN, FOX, MSNBC, berita-berita mereka tidak berbobot, dan tidak bisa mendidik publik. Karena itu New College melatih para jurnalis-jurnalis untuk bisa independen, tidak takut akan censorship, dan tetap menjadi aktivis di komunitas. Siapa bilang jurnalis tidak bisa jadi aktivis?
Coba lihat: http://www.democracynow.org
Amy Goodman adalah host dari TV/ Radio program ini. Dia adalah seorang independen jurnalis di Amerika (pernah di hajar habis-habisan oleh polisi kita, saat meliput berita di Tim-Tim)
Amy dengan bangganya mengatakan kalau dia juga aktivis perdamaian, dan jurnalis anti perang.
Amy Goodman mengatakan : “Independent media is more important now than ever”. Apalagi untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia, atau Cina. Kita butuh lebih banyak jurnalis yang berani menentang arus “mainstream”.
Kutipan lain yang saya suka dari John Ross (juga seorang independen jurnalis di Amerika) : ” Journalism is not a career choice! it’s our obligation to the society.”
Jadi kalau ada calon-calon jurnalis, atau jurnalis Indonesia yang sedang mempertimbangkan untuk menyambung sekolah di Amerika, cobalah lihat sekolah ini. New College lebih liberal dari Berkeley. Dan anda dilatih bukan hanya tehnik- tehnik menjadi jurnalis saja…tetapi juga bagaimana caranya menjadi agen-agen demokrasi.
Budi, sorry for the long e-mail. Tapi tolong yah disampai kan ke publik saran saya ini.
PS: Saya akan kembali meliput di Beijing Desember ini. Tolong di support program kami “Asia Calling”.
Terima kasih atas waktunya.
Salam
Siska
atik // November 1, 2006 pada 4:42 am |
pengen gabung sama anak-anak jurnalis
maryn // Desember 6, 2006 pada 8:20 am |
halo mas Budi.
bikin tulisan dong tentang jurnalisme lingkungan…
rosmina zuchri amir // Desember 9, 2006 pada 2:55 pm |
How is learn and speaking and writing english, thanks
rosmina zuchri amir // Desember 9, 2006 pada 2:58 pm |
my name rosmina , could you please my ask, how is strategy if want learn , speaking and writing english, thanks
bambang haryanto // Desember 26, 2006 pada 2:14 am |
Ssalam,
Situs yang kaya inspirasi. Terima kasih. Kapan nih Anda menulis tentang Tokoh TIME 2006 ? Kan majalah ini menulis tentang pembacanya yang menjadi penguasa baru media global di era demokrasi digital yang baru. Saya sudah usul sama Bang Wimar, tapi kayaknya beliau belum punya niat menulis. Kebetulan Anda kan punya leverage, jadi lebih baik Anad ayng nulis dpd saya yang hanya tinggal di Wonogiri.
salam.
Bambang Haryanto
Ruly Bernaputra // Januari 30, 2007 pada 9:12 am |
Halo Kang Bud,
Apa boleh saya share informasi mengenai adanya Support bagi penemu2 teknologi tepat guna di Indonesia? Terdorong untuk mengembangkan budaya inovasi dan invensi teknologi di negeri ini.
Salam,
Ruly Bernaputra
fajar // Februari 21, 2007 pada 1:43 pm |
Hallo Da Budi!
Kita juga mau ikutan nyumbang opini.
‘Buliah’- kan? Kebetulan di Payakumbuh dan 50 Kota, Sumbar, sekarang sudah ada Luhak Limopuluah Press Club, wadah diskusi wartawan harian dan koresponden televisi.
Mungkin, kami butuh dukungan dan masukan uda, selaku ‘urang awak’ yang bergelut di kancah jurnalistik.
Mokasih da!
Fajar Rillah Vesky
Kemas Rifian // Mei 9, 2007 pada 3:56 am |
Mas Budi,
Saya adalah seorang peneliti dan juga dosen. Saya ingin menyumbangkan tulisan dan juga informasi tentang “Turbin Angin yang dapat membantu rakyat Indonesia menghadapi krisis energi listrik”. Turbin angin sebagai pembangkit listrik dapat dirancang dan dibuat dengan biaya murah, dapat beroperasi pada kecepatan angin yang rendah (
rico // Mei 9, 2007 pada 4:46 am |
mau gabung donk !
voni // Mei 9, 2007 pada 4:52 am |
gue mau gabung
Didiek P. Wignyosunarto // Mei 17, 2007 pada 3:14 pm |
Mas, saya eks reporter mingguan kontan, dan pernah bikin media internal untuk sebuah partai politik. Thx buat ajang ini. Baru tau nih.
Moga2 bisa ikutan berbagi.
abdul basyid // Juni 21, 2007 pada 7:10 am |
Pak budi, sekitar tahun 2006 (saya lupa bulan&tahun) saya ada membaca artikelnya Arswendo Atmowiloto di sebuah majalah mingguan nasional. Artikel tentang ” Rumah di Depok ” dan artikel tentang ” Jurnalistik/ Pers Kita “. Saya ingin sekali mengoleksi ke 2 artikel dimaksud. Tolong bantuin saya ya… makasih
Salam… Abdul Basyid… Tanjungpinang
Arif Nur Adrianto // Juli 4, 2007 pada 4:54 am |
Maksudnya Skenario Film & Sinetron
Arif Wicaksono A // Oktober 2, 2007 pada 11:10 pm |
Hai Boed, salam kenal !
Saya Arif mahasiswa Fikom Unpad, saya sudah mengirimkan artikel saya tentang terusiknya kemerdekaan pers, tolong dikomentari. Semoga komentar anda dapat membuat saya menjadi jurnalis yang dapat mengubah peradaban._
Arif Ramdan // November 21, 2007 pada 9:02 am |
Mas budi, saya terlambat mengetahui blog anda. Salam kenal aja…
Arif Ramdan
Bandung-Banda Aceh
Diovez // Desember 12, 2007 pada 3:21 am |
Mas bagaimana cara terbaik agar tulisan kita bisa masuk dalam koran nasional seperti kompas tau tempo.