Pers Kampus Berteduh di UU Pers?

Sebuah diskusi menarik muncul di milis Jurnalisme Publik (http://groups.yahoo.com/group/jurnalismepublik/) mengenai pers kampus. Fahmul Amir yang memulai diskusinya:

Ada yang menarik seputar substansial UU Pers. Produk hukum ini menjamin  pers terbebas dari implikasi ekses negatif pemberitaan. Apabila dikonversikan dengan pers independen kampus. Apakah UU PERS juga membentengi upaya pembredelan media independen kampus? Saya melihat media apapun tidak akan merdeka dari penilaian miris atau gugatan publik (pembaca-).

Anggota milis lainnya, Asep Saefullah, ikut menimpali:

Pers, termasuk pers mahasiswa tentunya akan lebih dipandang jika independen. Tentu saja UU Pers dapat menjadi tameng terhadap upaya pemberangusan pers. Namun, pers juga harus menerapkan kode etik secara konsisten.

Mairi Nandarson, juga anggota milis, menulis:

Menarik tema yang ditawarkan sdr Fahmul Amir. Saya pernah aktif di koran kampus tahun 1994-1999, semua pola pemberitaan, etik jurnalistik, dan segala sesuatunya mengacu pada aturan umum yang berlaku di industri pers. Namun, soal pembredelan, menurut saya, kewenangan tertinggi tetap berada pada Pimpinan Kampus.Ada beberapa alasan menurut saya itu menjadi hak kampus: Koran Kampus jelas tidak komersial dan beredar untuk lingkungan kampus. Persoalannya, apakah media kampus mengupas persoalan luar kampus, semua isinya tetap mengacu pada visi keintelektualannya. Tidak ada kebebasan mutlak (semerdeka-merdekanya) dalam proses penerbitan kampus.

Bagaimana komentar yang lain? Bisakah pers kampus berteduh di bawah UU Pokok Pers? Atau cukup mengikuti peraturan internal di kampus? [J!]

One response to “Pers Kampus Berteduh di UU Pers?

  1. Saya salah seorang angggota pers kampus/pers mahasiswa..

    Menanggapi Mairi Nandarson, Pers kampus saat ini tidak hanya fokus pada pemberitaan seputar kampus atau wilayah akademis saja.. Kini Pers Kampus juga banyak membahas persoalan luar kampus yang menurut kami tetap tidak bisa dibedah secara tajam oleh pers umum.. Pers Kampus tetap menjadi alternatif.. Bicara konteks jualan, Pers Kampus pun pada kenyataannya sekarang, sudah berani menjual produknya, dengan tentunya memiliki landasan untuk pengembangan dirinya.. (tidak melulu bergantung dari dana rektorat).. Proses itu terus diupayakan dan beberapa pers kampus sudah ada yang berhasil..
    Kalau konteksnya profesional, maka pers kampus juga secara kinerja jurnalistik sudah bisa masuk kedalam kategori profesional, terlebih ketika telah menjalankan prosedur kaidah jurnalistik yang ada, baik dalam peliputan maupun penerbitan beritanya…

    Sedikit dulu, sebagai awalan..

    Salam,
    Deni Andriana
    Pemimpin Umum Pers Suara Mahasiswa Unisba (www.suaramahasiswa.multiply.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s