Teknik Penulisan Kolom (2)

KOLOM: “ESSAY WITH STYLE”

Berbeda dengan menulis untuk jurnal ilmiah, menulis untuk koran atau majalah adalah menulis untuk hampir “semua orang”. Tulisan harus lebih renyah, mudah dikunyah, ringkas, dan menghibur (jika perlu), tanpa kehilangan kedalaman—tanpa terjatuh menjadi tulisan murahan.

Bagaimana itu bisa dilakukan? Kreatifitas. Dalam era kebebasan seperti sekarang, seorang penulis dituntut memiliki kreatifitas lebih tinggi untuk memikat pembaca. Pembaca memiliki demikian banyak pilihan bacaan. Lebih dari itu, sebuah tulisan di koran dan majalah tak hanya bersaing dengan tulisan lain di koran/majalah lain, tapi juga dengan berbagai kesibukan yang menyita waktu pembaca: pekerjaan di kantor, menonton televisi, mendengar musik di radio, mengasuh anak dan sebagainya.

Mengingat “reputasi” esai sebagai bacaan serius, panjang dan melelahkan, tantangan para penulis esai lebih besar lagi. Dari situlah kenapa belakangan ini muncul “genre” baru dalam esai, yakni “creative non-fiction”, atau non-fiksi yang ditulis secara kreatif.

Dalam “creative non-fiction”, penulis esai mengadopsi teknik penulisan fiksi (dialog, narasi, anekdot, klimaks dan anti klimaks, serta ironi) ke dalam non-fiksi. Berbeda dengan penulisan esai yang kering dan berlagak obyektif, “creative non-fiction” juga memungkinkan penulis lebih menonjolkan subyektifitas serta keterlibatan terhadap tema yang ditulisnya. Karena memberi kemungkinan subyektifitas lebih banyak, esai seperti itu juga umumnya menawarkan kekhasan gaya (“style”) serta personalitas si penulis.

Di samping kreatif, kekuatan tulisan esai di koran atau majalah adalah pada keringkasannya. Tulisan itu umumnya pendek (satu halaman majalah, atau dua kolom koran), sehingga bisa ditelan sekali lahap (sekali baca tanpa interupsi).

(Thanks, mas Farid Gaban!)

10 responses to “Teknik Penulisan Kolom (2)

  1. wah….blognya bermanfaat banget. salam kenal

  2. yang juga menarik didiskusikan adalah bagaimana menulis di tengah terbatasnya kecepatan baca, daya ingat, dan kesempatan pembaca untuk mengunyah tulisan dalam era banjir informasi. gitu kan bos budi?

  3. salam kenal oiiiiiii

  4. Ping-balik: gay

  5. salam kenal mas,
    saat ini saya ingin sekali mencoba menulis artikel utk dikirim ke media lokal, tp saya msh bingung dgn ide/tema yg akan sya angkat serta tehnik penulisannya ( sya mhsiswa smster 2 HI).Mohon tips & sarannya

  6. Thx banget atas pemaparannya. Saya masih banyak belajar

  7. Thanks blog nya….ada ilmu baru neee… up date terus yah,itung2 bagi2 ilmu..

  8. thanks yah…buat ilmunya. Kirimin lewat email juga dong..kalo perlu kirimin via pos.

  9. info bermanfaat. saya senang nulis tapi kok nulis di koran masih belum tergerak ya. Why?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s