Monthly Archives: Agustus 2006

Jadi Blogger di CNET Asia

cnetbanner.jpg

Bukan untuk membangga-banggakan diri — karena saya takut terjebak jadi narsis — tapi saya ingin mengabarkan hal ini hanya untuk memotivasi yang lain.

Per 7 Agustus lalu, saya terpilih sebagai salah satu penulis kolom di blog CNET Asia (portal IT nomor 1 di Asia dan menjadi referensi utama bagi market di Asia dan dunia). Silahkan dilongok dua kolom perdana saya di http://asia.cnet.com/reviews/blog/toekangit/.

Saya akan ngeblog di situ dua kali seminggu selama setahun.

Mau tahu mengapa saya bisa “terlompatkan” jadi salah satu dari delapan Blogger CNET Asia? Selain pertimbangan pengalaman lain-lainnya, di atas semua itu, karena saya sudah “ngeblog dalam bahasa Inggris.” Setidaknya begitu alasan managing director CNET Asia saat menghubungi saya via e-mail menawarkan posisi ini untuk saya.

Nah, bukankah ngeblog menawarkan sebuah opportunity? Jadi mulailah ngeblog dan pelan-pelan mulai juga versi bahasa Inggrisnya. Ayo, tunggu apa lagi!?

P.S. Terimakasih, buat teman-teman blogger yang “merayakan” hal ini dengan posting-postingnya tentang saya:

A Fatih Syuhud: How Blog in English Could Benefit You

Pujiono – JalanSutera.com: Budi Putra di Cnet Asia itu

Iklan

Undangan Terbuka HUT AJI

Tak terasa, tahun ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan genap berusia 12 tahun. Tepat pada 7 Agustus 1994, puluhan jurnalis berkumpul di Sirnagalih, Puncak, Jawa Barat, menyatukan tekad membangun kehidupan pers yang lebih bebas, demokratis dan memanusiakan. Sudah banyak yang ilewati organisasi ini dan para penggiatnya. Namun masih banyak pula mimpi dan cita-cita yang belum mampu digapai.

Tema besar peringatan ulangtahun AJI tahun ini adalah media untuk keberagaman. Sebagai organisasi profesi jurnalis, AJI ingin menjawab pertanyaan khalayak ramai yang hari-hari ini sering mempertanyakan sejauh mana media dan insan pers berperan dan peduli menjaga keberagaman masyarakat kita.

Baca lebih lanjut

Kursus Menulis Bahasa Inggris

Andreas Harsono menulis tentang gagasan menyelenggarakan kursus menulis Bahasa Inggris di blognya. Postingnya ini juga merupakan salah satu respon dari postingnya tentang kiat menulis Bahasa Inggris di blog Jurnalisme beberapa waktu lalu.

Beberapa bulan belakangan ini, saya menerima beberapa e-mail atau posting via blog saya, tentang keinginan para pengirim surat tersebut agar Yayasan Pantau bikin kursus menulis esai atau feature dalam Bahasa Inggris.

Budi Putra misalnya, redaktur teknologi Koran Tempo, minta menaruh sebuah esai saya soal bagaimana menulis dalam bahasa Inggris ke situs blog miliknya www.jurnalisme.wordpress.com. Saya tentu senang sekali. Dia sendiri ingin lancar menulis dalam bahasa internasional ini.

Budi juga mengajak saya bertemu di Plasa Senayan. Kami mengobrol dan ia cerita banyak soal beberapa buku karyanya. Tapi rasanya belum afdol kalau belum dalam bahasa Inggris?

Saya anjurkan dia menulis untuk The Jakarta Post. Ia suka dengan ide itu. Ini ajang latihan menulis yang efektif. Di sana ada editor yang bisa memberikan feedback dan memperbaiki karyanya.

Minggu lalu, saya lihat byline miliknya muncul di harian ini. Saya ikut senang.
Baca lebih lanjut