Mimpi Kok Disomasi?

Program parodi politik Republik Mimpi yang disiarkan MetroTV terancam disomasi karena kalangan pemerintah tidak merasa nyaman dengan content tayangannya.

“Pendidikan politik seperti itu tidak benar, tapi saya tidak bisa melarang. Saya kan mempelajari, jika memungkinkan, kita akan melayangkan somasi,” kata Menkominfo Sofyan Djalil seperti dikutip Detikcom.

Wah, set-back lagi nih. Mengapa pemerintah lebih suka mengurusi program acara TV tertentu, sementara tayangan lainnya yang juga tak mendidik, dibiarkan begitu saja? Tayangan sinetron yang lebih menjual mimpi, tayangan kekerasan tanpa sensor atau film horor yang tak masuk akal malah tidak diutak-atik…

29 responses to “Mimpi Kok Disomasi?

  1. Bpk Budi Putra Yth,

    sebelumnya mohon maaf, ini bukan comment, tapi minta info.
    Perkenalkan saya Jupri, alumni fak sastra unand Bp98, sekarang sedang ngambil s2 Translation studies di ANU Canberra.
    Saya bermaksud menjadi freelance translator dan dengan ini mau minta tolong dan Info mungkin Kakanda Budi punya link di bidang ini.
    terima kasih sebelumnya.

  2. Di Indonesia ini, orang pinter jadi goblog kalau sudah masuk kabinet. Orang yang demokrat jadi diktator kalau sudah masuk kabinet. Yang tadinya tukang ngritik, begitu masuk kabinet jadi antikritik.

    Biasa deh… namanya Petruk dadi ratu… Lupa kacang pada kulitnya.

  3. Ping-balik: Pak SBY, tolong katakan Anda tidak suka Republik Mimpi « Tak mimpi jadi pemimpin

  4. “…film horor yang tak masuk akal…”
    maap pak, filem pocong diutak-atik tuh…

    regards

  5. faktanya masyarakat dan remaja sekarang lebih suka melihat hal2 yang menjual mimpi, ketimbang ngrusin carut-marut politik🙂

  6. Namanya juga keblinger, jadi gajah didepan mata pun ndak kelihatan🙂

    Setali tiga uang-lah dengan kerabat mereka di sini…

  7. biasa tuh!! setelah tersentil baru ribut..
    jadi kesimpulannya: nama baik itu lebih penting daripada moral masyarakat keseluruhan!!

  8. loh itu kan terjadinya di negeri antah berantah, mestinya yg men-somasi itu adalah menteri yg dari negeri antah-berantah bukannya dari menteri negara indonesia yak😀

  9. berkuasa koq takut dikritik.jika merasa benar kenapa harus takut dengan kritikan. ini bukan lagi zamannya aparatus ideologi ditegakkan.

  10. kita memang baru masih bisa mimpi

  11. iya toh mas, mosok mimpi kok disomasi? mendingan ditambah aja dosisnya biar tahu kalo dunia mimpi itu jauh lebih ideal dari kenyataan kalo yang ngorok emang udah habis jatahnya di dunia kita? kita ya, mas? lha kok? eh, somasi itu apaan ya, mas? teguran ya? atau dibangunin dari mimpi, ya?

  12. Mimpi Kok Disomasi? ->> lha ada yang aneh lagi E-mail saja dijual : http://wargabanten.wordpress.com/2007/05/04/anggota-dewan-jualan-e-mail/

  13. sedih juga. mudah2an ini juga mimpi.

  14. halah… gitu aja kok repot

  15. sejak budi putra “jadi blogger full-time” blog ini jadi terbengkalai.

  16. Wei, jangan dong. tontonan fav tuh

  17. Mas Budi, APa kabar?
    Blog anda ramai ya. Selamat deh.
    Aku juga ikutan ngeblog nih.
    Bisa numpang di blogroll anda ya.

    Kelik M. Nugroho

  18. Weh………, kalau ada orang ngimpi aja ngerasa perlu disomasi, apalagi kalau ngomong di alam nyata………., bisa-bisa dikantongin………wah nakutinnya ngelebihin film horor……………

  19. Weleh2 bapak ini g tau diri, kerjaan yang ada aja lom rampung malah kesannya g becus malah mo nambah kerjaan. Jadi menteri kok makin go blog aja.

  20. begitulah memang watak kekuasaan. sensitif…
    salam kenal. kalau berkenan, kunjungi blog saya dan dilink di sini. trims..

  21. we alah, apa ini cuma aksi cari muka aja? soalnya waktu itu kan gencar2nya resufle kabinet to ya? Ya to?

  22. dasar maling-maling brepublik. Semuanya mau resisten terhadap kritik. Kapan majunya, Man!

  23. nah…itu dia, ketauan kan alasannya… yang mau ngasih somasi ngerasa kesentil, gara-gara apa yg ada di republik mimpi itu nggak bisa direalisasikan di kehidupan nyata. republik mimpi itu menurut mereka mungkin seperti “inspirator pikiran kritis”

    kayak gitu kok di somasi,,, ndak masuk akal…

  24. oa…lah, mimpi ko’ disomasi. lah wong mimpi yang sebenarnya saja tidak ada adegan somasi ko’. lagian orang atasan itu mikirnya pake apa yah… mbo’ kalau waras-kan program itu bisa dijadikan pengereman diri setiap keputusan mereka. lah wong mobil ajah punya rem. ini… lagi remnya dapet gratis ko ditolak… pemerintah! pemerintah!

  25. emang bener disomasi ya mas?

  26. Alam mimpi `ko’ dibawa2 sampai alam politik, atau politik itu adanya ada di alam mimpi

  27. Dengan kata lain: kontrol media yang anti-pemerintah.

    Kalau yang acara2 rusak, ya paling ga ditanggapi. soalnya ada hubungannya dengan pendapatan TV tersebut. yang mungkin berubah menjadi upeti untuk … siapa ya?

  28. kalau g punya mimpi itu berarti uda mati…orang lg kreatyif napa di gituin??jadinya bisa jd malah digituin sebaliknya lohhh>>>>mimpipun indahloh

  29. Aku dukung Republic mimpi, Jadilah program yang mengusung keprihatinan masyarakat, karena kita juga masyarakat, Jadi yang tidak mau di kritik itu bukan MASYARAKAT alias bukan Warga INDONESIA yang dulu sewaktu SD katanya negara Zamrud di Khatulistiwa tapi sekarang tidak lebih negara yang compang-camping karena terlalu banyak pejabat yang menyelewengkan amanah RAKYAT, Maju terus untuk Republic MIMPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s