Category Archives: Media

Jadi Blogger di CNET Asia

cnetbanner.jpg

Bukan untuk membangga-banggakan diri — karena saya takut terjebak jadi narsis — tapi saya ingin mengabarkan hal ini hanya untuk memotivasi yang lain.

Per 7 Agustus lalu, saya terpilih sebagai salah satu penulis kolom di blog CNET Asia (portal IT nomor 1 di Asia dan menjadi referensi utama bagi market di Asia dan dunia). Silahkan dilongok dua kolom perdana saya di http://asia.cnet.com/reviews/blog/toekangit/.

Saya akan ngeblog di situ dua kali seminggu selama setahun.

Mau tahu mengapa saya bisa “terlompatkan” jadi salah satu dari delapan Blogger CNET Asia? Selain pertimbangan pengalaman lain-lainnya, di atas semua itu, karena saya sudah “ngeblog dalam bahasa Inggris.” Setidaknya begitu alasan managing director CNET Asia saat menghubungi saya via e-mail menawarkan posisi ini untuk saya.

Nah, bukankah ngeblog menawarkan sebuah opportunity? Jadi mulailah ngeblog dan pelan-pelan mulai juga versi bahasa Inggrisnya. Ayo, tunggu apa lagi!?

P.S. Terimakasih, buat teman-teman blogger yang “merayakan” hal ini dengan posting-postingnya tentang saya:

A Fatih Syuhud: How Blog in English Could Benefit You

Pujiono – JalanSutera.com: Budi Putra di Cnet Asia itu

Iklan

Kursus Menulis Bahasa Inggris

Andreas Harsono menulis tentang gagasan menyelenggarakan kursus menulis Bahasa Inggris di blognya. Postingnya ini juga merupakan salah satu respon dari postingnya tentang kiat menulis Bahasa Inggris di blog Jurnalisme beberapa waktu lalu.

Beberapa bulan belakangan ini, saya menerima beberapa e-mail atau posting via blog saya, tentang keinginan para pengirim surat tersebut agar Yayasan Pantau bikin kursus menulis esai atau feature dalam Bahasa Inggris.

Budi Putra misalnya, redaktur teknologi Koran Tempo, minta menaruh sebuah esai saya soal bagaimana menulis dalam bahasa Inggris ke situs blog miliknya www.jurnalisme.wordpress.com. Saya tentu senang sekali. Dia sendiri ingin lancar menulis dalam bahasa internasional ini.

Budi juga mengajak saya bertemu di Plasa Senayan. Kami mengobrol dan ia cerita banyak soal beberapa buku karyanya. Tapi rasanya belum afdol kalau belum dalam bahasa Inggris?

Saya anjurkan dia menulis untuk The Jakarta Post. Ia suka dengan ide itu. Ini ajang latihan menulis yang efektif. Di sana ada editor yang bisa memberikan feedback dan memperbaiki karyanya.

Minggu lalu, saya lihat byline miliknya muncul di harian ini. Saya ikut senang.
Baca lebih lanjut

Kapankan Jurnalis Harus Ungkap Siapa Sumbernya?

Jurnalis punya hak untuk tidak membeberkan jati-diri sumber atau informannya. Tapi ada kalanya jurnalis harus mengungkap siapa sumbernya. Kapankah?

Freedom of the Press: When Journalists Should Reveal Their Sources

By Candida Bohnne-Eittreim

Journalists have always claimed the right to protect their sources from exposure. One of the most notable cases was the Ellsburg Papers which led to the Watergate Scandal. That particular story was covered by Bob Woodward and Carl Bernstein, who tried to protect Daniel Ellsberg from disclosing how he came into possession of certain documents. This scenario is common to journalists who are investigating a major piece of ethical wrongdoing in governmental affairs. But the question here is, When should a journalist reveal sources, and under which circumstances?

Baca lebih lanjut

Nir Rosen: Situasi di Irak Lebih Buruk dari Berita Media

nirrosen.jpg

Nir Rosen, seorang wartawan lepas yang tulisannya kerap muncul di surat kabar The New Yorker, The New York Times, dan majalah Time mengungkapkan, konflik yang terjadi di Irak lebih mengerikan dibandingkan dengan apa yang diberitakan di media massa. Menurut penulis yang menguasai bahasa Arab dan masih memiliki darah Iran dari ayahnya ini, konflik di Irak berpotensi mengancam situasi di seluruh Timur Tengah.

Baca lebih lanjut

Materazzi Akui Menghina Zidane

“Tentu saja saya tidak menyebut ibu Zidane.”

ROMA – Teka-teki apa yang membuat Zinedine Zidane murka lalu menyeruduk dada stopper Italia, Marco Materazzi, mulai terungkap. Jawaban teka-teki itu datang dari Materazzi sendiri kemarin. Dia mengaku memang mengeluarkan kata-kata menghina tentang ibu dan saudara perempuan Zidane, tapi tak mau menyebut apa kalimat persis yang dia ucapkan. Pemain asal Inter Milan ini hanya mengaku dia terpancing kesombongan Zidane.

Baca lebih lanjut

AFP Cari Koresponden Jakarta

Agence France-Presse (AFP) seeks a full-time Indonesian news correspondent to be based in its Jakarta bureau, reporting on Indonesia and East Timor. Candidates must speak and write fluent English.

The ideal candidate will have some experience working in print, radio or television news, with a strong interest in and understanding of world politics and economics. The candidate should be able to generate their own ideas for feature stories.

He or she must be self-driven and be able to work with minimal supervision.

Travel to different regions of Indonesia and possibly elsewhere in the region will be necessary, sometimes at very short notice. The candidate must be willing to report occasionally in hazardous environments, such as disaster zones.

Proficiency in Indonesian languages such as Javanese, or other languages such as French, would be an advantage.

Salary will be commensurate with experience.

Interested applicants should send an application letter and a CV as soon as possible to sebastien.blanc [at] afp.com, cc: samantha.brown [at] afp.com.

Apresiasi Jurnalis Jakarta 2006

ajijak.jpgApresiasi Jurnalis Jakarta merupakan suatu penghargaan yang diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kepada jurnalis-jurnalis muda di Jakarta yang
menunjukkan dedikasi dan konsistensi yang tinggi terhadap profesinya, melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas –diutamakan yang menggunakan teknik investigasi– dan menimbulkan pengaruh cukup luas di
kalangan masyarakat.

Apresiasi Jurnalis Jakarta diberikan setiap tahun mulai tahun 2002, dan diumumkan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun AJI setiap Agustus. Penganugerahan penghargaan ini digagas sebagai upaya untuk ikut merangsang munculnya karya-karya jurnalistik yang berbobot dari para jurnalis muda di Jakarta.

Apresiasi Jurnalis Jakarta pernah dianugerahkan antara lain untuk Karaniya Dharmasaputra, jurnalis Majalah Berita Mingguan TEMPO, atas karya-karya jurnalistik yang menunjukkan konsistensi dan kegigihan dalam mengungkap kasus Buloggate II di Majalah TEMPO.

Juga Heru Bahtiar Arifin, jurnalis harian Bali Post perwakilan Jakarta, atas karya jurnalistik yang menunjukkan ketelatenan untuk mencari bukti kesehatan bekas Presiden Soeharto.

Untuk tahun ini, Apresiasi Jurnalis Jakarta dibagi atas dua kategori:

  1. Kategori media cetak dan online; diberikan kepada jurnalis yang bekerja dan menghasilkan karya jurnalistik di media cetak dan online, atas karya-karya berpengaruh mengenai persoalan-persoalan atau isu yang bersifat lokal, nasional maupun internasional.
  2. Kategori media radio dan televisi; diberikan kepada jurnalis yang bekerja dan menghasilkan karya jurnalistik di media radio dan televisi, atas kjarya-karya berpengaruh mengenai persoalan-persoalan atau isu yang bersifat lokal, nasional maupun internasional.

Siapa saja yang Bisa Mendaftar?

Kompetisi ini terbuka untuk untuk setiap jurnalis cetak/online, radio dan televisi, baik anggota AJI Jakarta maupun bukan, yang melakukan reportase an tugas jurnalistik sehari-harinya di wilayah akarta raya (Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi). Setiap karya harus pernah dipublikasikan atau disiarkan antara Januari 2005 sampai Juli 2006.

Lebih lanjut lihat situs AJI Jakarta