Category Archives: Print Journalism

Diluncurkan, Blog Tempo Interaktif

blog_tempo_interaktif.gif

Blog Tempo Interaktif diluncurkan. Mencatatkan sejarah sebagai media pertama di Indonesia yang punya blog, Blog Tempo Interaktif adalah blog yang dipublikasikan sebagai bagian dari fitur Tempo Interaktif. Para bloggernya berasal dari kalangan wartawan dan redaktur di semua unit Group TEMPO.

Menggunakan platform WordPress, blog ini mengusung tema Blue Zinfandel 2.0 karya Brian Gardner. Sejumlah wartawannya yang juga blogger seperti Budi Putra dan Wicaksono akan ngeblog di sini.

Link: The Gadget

Lomba Karya Tulis TPI

Dalam rangka HUT TPI ke-16, TPI menggelar Lomba Karya Tulis buat wartawan media cetak & internet.

Berikut syarat ikutan lomba menulis TPI :

  1. Tulisan berisi apresiasi terhadap program-program TPI, misalnya : KDI 4, Dangdut Mania, Sinetron Religi, Sinema Asyik, dll.
  2. Tulisan dimuat di media cetak atau internet periode 19 Januari s/d 31 Maret 2007.
  3. Tulisan dengan foto pendukung memiliki nilai lebih.
  4. Menyertakan bukti tulisan yang telah dimuat di media ybs.
  5. Menyertakan fotocopy KTP.
  6. Menyertakan fotocopy ID wartawan.

Hadiah :

  • Juara 1 : Rp. 15.000.000,-
  • Juara 2 : Rp. 10.000.000,-
  • Juara 3 : Rp. 5.000.000,-
  • Juara Harapan 1 : Rp. 3.000.000,-
  • Juara Harapan 2 : Rp. 2.500.000,-
  • Juara Harapan 3 : Rp. 2.000.000,-

Untuk alamat pengiriman, silahkan hubungi via situsnya TPI. Lomba ini diselenggarakan oleh Humas TPI.

Jadi kirim tulisan sebanyak-banyaknya, siapa tau jadi pemenang! 🙂

Suratkabar di Padang Monoton

Saya di Padang melahap tiap hari semua harian yang terbit di Padang: Padang Ekspres, Haluan, Singgalang, dan Pos Metro Padang. Apa yang saya peroleh dari empat media itu? Tak lebih rasa jengkel!

Surat kabar yang terbit di Padang (terutama harian)–jika mau memperoleh informasi yang dalam dan berita yang tajam–jangan harap. Berita yang diturunkan tak lebih dari aktivitas pejabat semenjak dari gubernur sampai camat di Sumatra Barat.

Apa yang dapat kita petik–taruhlah, misalnya, selama Ramadan ini–semua harian yang terbit di Kota Padang menurunkan berita safari Ramadan para pejabat dan juga anggota dewan. Apa yang dapat kita ambil dari berita-berita yang sifatnya seremonial peresmian ini dan itu.

Kita tidak akan pernah menjumpai tulisan panjang yang bersifat invesigasi tentang masuknya gula ilegal ke Sumatra Barat, misalnya. Kita tak akan menemui tulisan mendalam yang konprehensif, misalnya, bagaimana strategi petani untuk dapat menembus pasarinternasional jika kelak tanaman kakao, yang kini sedang giat dikembangkan di petani Sumatra Barat, dua-tiga tahun ke depan petani kita memanennya.

Saya–terus terang–merasa prihatin jika kondisi suratkabar yang terbit di Sumatra Barat hanya berkutat sebagai corong pemerintah daerah. Kondisi demikian, dapat kita simak setiap hari.
Salam, Nasrul Azwar, Padang.

Lomba Karya Tulis Telkom 2006

Bagi wartawan media cetak dan online, terbuka kesempatan mengikuti Lomba Karya Tulis Jurnalistik Telkom 2006. Temanya: Kerja keras dan Inovasi, Kunci Menuju Layanan Telekomunikasi yang Berkualitas dan Murah. Karya yang akan diperlombakan sudah harus dimuat di media masing-masing pada periode 1 s.d 27 September 2006.  Hadiahnya lumayan: Rp25 juta bagi Juara 1.

Informasi lengkapnya lihat di sini.

AJI Gelar Lomba Penulisan tentang Anak

Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini semakin marak dilaporkan oleh media massa. Jumlah kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat mungkin jauh lebih banyak daripada yang diberitakan di media, mengingat kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah sering tidak dilaporkan.

Temuan UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak pada tahun 2002 dan 2003 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan seriusnya masalah kekerasan terhadap anak. Meskipun kehati-hatian diperlukan untuk tidak begitu saja menganggap temuan ini sebagai cerminan keadaan di Indonesia, namun temuan ini memperingatkan akan tingginya angka kekerasan terhadap anak.
Baca lebih lanjut

Undangan Terbuka HUT AJI

Tak terasa, tahun ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan genap berusia 12 tahun. Tepat pada 7 Agustus 1994, puluhan jurnalis berkumpul di Sirnagalih, Puncak, Jawa Barat, menyatukan tekad membangun kehidupan pers yang lebih bebas, demokratis dan memanusiakan. Sudah banyak yang ilewati organisasi ini dan para penggiatnya. Namun masih banyak pula mimpi dan cita-cita yang belum mampu digapai.

Tema besar peringatan ulangtahun AJI tahun ini adalah media untuk keberagaman. Sebagai organisasi profesi jurnalis, AJI ingin menjawab pertanyaan khalayak ramai yang hari-hari ini sering mempertanyakan sejauh mana media dan insan pers berperan dan peduli menjaga keberagaman masyarakat kita.

Baca lebih lanjut

Kursus Menulis Bahasa Inggris

Andreas Harsono menulis tentang gagasan menyelenggarakan kursus menulis Bahasa Inggris di blognya. Postingnya ini juga merupakan salah satu respon dari postingnya tentang kiat menulis Bahasa Inggris di blog Jurnalisme beberapa waktu lalu.

Beberapa bulan belakangan ini, saya menerima beberapa e-mail atau posting via blog saya, tentang keinginan para pengirim surat tersebut agar Yayasan Pantau bikin kursus menulis esai atau feature dalam Bahasa Inggris.

Budi Putra misalnya, redaktur teknologi Koran Tempo, minta menaruh sebuah esai saya soal bagaimana menulis dalam bahasa Inggris ke situs blog miliknya www.jurnalisme.wordpress.com. Saya tentu senang sekali. Dia sendiri ingin lancar menulis dalam bahasa internasional ini.

Budi juga mengajak saya bertemu di Plasa Senayan. Kami mengobrol dan ia cerita banyak soal beberapa buku karyanya. Tapi rasanya belum afdol kalau belum dalam bahasa Inggris?

Saya anjurkan dia menulis untuk The Jakarta Post. Ia suka dengan ide itu. Ini ajang latihan menulis yang efektif. Di sana ada editor yang bisa memberikan feedback dan memperbaiki karyanya.

Minggu lalu, saya lihat byline miliknya muncul di harian ini. Saya ikut senang.
Baca lebih lanjut