Category Archives: Protest

Mimpi Kok Disomasi?

Program parodi politik Republik Mimpi yang disiarkan MetroTV terancam disomasi karena kalangan pemerintah tidak merasa nyaman dengan content tayangannya.

“Pendidikan politik seperti itu tidak benar, tapi saya tidak bisa melarang. Saya kan mempelajari, jika memungkinkan, kita akan melayangkan somasi,” kata Menkominfo Sofyan Djalil seperti dikutip Detikcom.

Wah, set-back lagi nih. Mengapa pemerintah lebih suka mengurusi program acara TV tertentu, sementara tayangan lainnya yang juga tak mendidik, dibiarkan begitu saja? Tayangan sinetron yang lebih menjual mimpi, tayangan kekerasan tanpa sensor atau film horor yang tak masuk akal malah tidak diutak-atik…

Iklan

Kelompok Islam Demo Kompas

Aksi protes terhadap media kembali terjadi. Kali ini yang jadi sasaran adalah kantor Kompas, Jalan Palmerah Selatan. Pemrotes mempersoalkan Kompas terlalu memojokkan kelompok tertentu.

Demonstrasi sendiri berlangsung damai dan tidak terjadi tindak kekerasan. Apakah ini terkait dengan masalah perimbangan berita? Kompas sendiri menanggani protes itu dengan baik.

JAKARTA — Sekitar 300 orang yang tergabung dalam Gabungan Antisekularisme dan Anti-Kompas (GASAK) unjuk rasa di kantor redaksi Kompas, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta kemarin.

Mereka menuntut agar Kompas tidak menurunkan berita-berita yang memojokkan umat Islam. Pemberitaan yang dinilainya memojokkan itu mengenai Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi. "Kompas berpihak kepada mereka yang menolak RUU APP," kata Fadloli El Muhir, Ketua Forum Betawi Rempug, setelah bertemu dengan Pemimpin Redaksi Kompas Suryopratomo.

Sekitar pukul 11.00, perwakilan demonstran diterima Pemimpin Redaksi Kompas dan beberapa staf redaksi. Dalam pertemuan itu, GASAK menyampaikan somasi antara lain mengingatkan Kompas untuk kembali pada kesepakatan antara Kompas dan Tim Pembela Islam, 29 September 1997.

Isi kesepakatan itu, antara lain, Kompas tidak akan memuat berita-berita yang memojokkan umat Islam. "Kami memberi waktu 7 hari untuk menanggapi tuntutan ini," kata Fadloli. Hadir dalam pertemuan itu adalah Ahmad Sumargono dari Komite Solidaritas Islam dan kuasa hukum Tim Pembela Islam, Lutfi Hakim.

Menanggapi somasi itu, Suryopratomo mengatakan Kompas sebagai perusahaan media selalu terbuka terhadap segala macam masukan dari masyarakat.

"Pers itu tugasnya menangkap berita secara benar terhadap sebuah kejadian agar menjadi pengetahuan pertama. Kami tidak membuat berita, tapi kami menyampaikan berita," katanya.

Mengenai pemberitaan RUU APP, kata Suryopratomo, itu persoalan persepsi. Menurut dia, segala hal yang kurang berimbang akan menjadi koreksi bagi redaksi. Ditanyai soal tuntutan 7 hari dari GASAK, Suryopratomo mengatakan, "Secepatnya saya akan memberikan penjelasan."

GASAK terdiri atas 80 organisasi massa, antara lain Front Pembela Islam, Forum Betawi Rempug, Dakwah Islam, Majelis Ulama Indonesia, dan Tim Pembela Islam. Mereka menggelar unjuk rasa mulai pukul 10.30 hingga 12.30. MARULI FERDINAND

Link