Lomba Cerpen Radio Nederland

Kirimkan cerpen-cerpen terbaik Anda! Radio Nederland Indonesia (RANESI) biasa memuatkan cerpen-cerpen pilihan di situsnya setiap Senin. Kali ini RANESI mengundang Anda untuk mengirimkan cerpen terbaik Anda (dalam bahasa Indonesia sesuai EYD) ke Lomba Cerpen RANESI 2006.
Persyaratan:

  • Cerpen Khusus Ranesi adalah cerpen yang bermakna, berdayacipta dan satu satunya dalam hal gaya ungkap cara berkisah. Isi dan pesan menyangkut Belanda dan atau hubungan Belanda Indonesia dalam bingkai waktu silam, kini dan masa datang.
  • Mematuhi kaidah-kaidah bahasa Indonesia dengan tidak mengurangi kelenturan kelenturan cara berbahasa tutur yang bermartabat.
  • Mengutamakan pemuliaan kosakata Nusantara, dengan menghindari pemujaan berlebihan pada kosakata “blasteran, asing, kebarat-baratan” secara tidak perlu.
  • Panjang cerpen antara 220 – 260 baris dalam huruf Arial ukuran 11 (hanya untuk pedoman) sehingga jika dibacakan secara kering bertenggang waktu antara 22 – 26 menit. Tulisan tangan diterima asal ditulis jelas dan memenuhi syarat panjang naskah.
  • Naskah-naskah yang dikirimkan tidak sedang dikirimkan ke media lain, dan tidak dikembalikan. Dalam hal ini tidak diselenggarakan surat menyurat. -Cerpen-cerpen yang dimuat dan atau diudarakan mendapat imbalan Rp 1.000.000,- (sejuta rupiah) bagi yang tinggal di Indonesia dan 100 Gulden bagi yang tinggal di luar Indonesia, sudah termasuk saat naskah tersebut dimasukkan sebagai bagian sebuah buku yang diterbitkan.

Baca lebih lanjut

Suratkabar di Padang Monoton

Saya di Padang melahap tiap hari semua harian yang terbit di Padang: Padang Ekspres, Haluan, Singgalang, dan Pos Metro Padang. Apa yang saya peroleh dari empat media itu? Tak lebih rasa jengkel!

Surat kabar yang terbit di Padang (terutama harian)–jika mau memperoleh informasi yang dalam dan berita yang tajam–jangan harap. Berita yang diturunkan tak lebih dari aktivitas pejabat semenjak dari gubernur sampai camat di Sumatra Barat.

Apa yang dapat kita petik–taruhlah, misalnya, selama Ramadan ini–semua harian yang terbit di Kota Padang menurunkan berita safari Ramadan para pejabat dan juga anggota dewan. Apa yang dapat kita ambil dari berita-berita yang sifatnya seremonial peresmian ini dan itu.

Kita tidak akan pernah menjumpai tulisan panjang yang bersifat invesigasi tentang masuknya gula ilegal ke Sumatra Barat, misalnya. Kita tak akan menemui tulisan mendalam yang konprehensif, misalnya, bagaimana strategi petani untuk dapat menembus pasarinternasional jika kelak tanaman kakao, yang kini sedang giat dikembangkan di petani Sumatra Barat, dua-tiga tahun ke depan petani kita memanennya.

Saya–terus terang–merasa prihatin jika kondisi suratkabar yang terbit di Sumatra Barat hanya berkutat sebagai corong pemerintah daerah. Kondisi demikian, dapat kita simak setiap hari.
Salam, Nasrul Azwar, Padang.

Lomba Karya Tulis Telkom 2006

Bagi wartawan media cetak dan online, terbuka kesempatan mengikuti Lomba Karya Tulis Jurnalistik Telkom 2006. Temanya: Kerja keras dan Inovasi, Kunci Menuju Layanan Telekomunikasi yang Berkualitas dan Murah. Karya yang akan diperlombakan sudah harus dimuat di media masing-masing pada periode 1 s.d 27 September 2006.  Hadiahnya lumayan: Rp25 juta bagi Juara 1.

Informasi lengkapnya lihat di sini.

AJI Gelar Lomba Penulisan tentang Anak

Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini semakin marak dilaporkan oleh media massa. Jumlah kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat mungkin jauh lebih banyak daripada yang diberitakan di media, mengingat kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah sering tidak dilaporkan.

Temuan UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak pada tahun 2002 dan 2003 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan seriusnya masalah kekerasan terhadap anak. Meskipun kehati-hatian diperlukan untuk tidak begitu saja menganggap temuan ini sebagai cerminan keadaan di Indonesia, namun temuan ini memperingatkan akan tingginya angka kekerasan terhadap anak.
Baca lebih lanjut

Hands on Copywriting

FOUR TIMES FOUR HOURS OF INTENSIVE LEARNING FROM HOW TO TELL A STORY CREATE A PUNCHING HEADLINE, ESSENTIALS TIPS AND TRICKS OF HOW TO BE A GOOD COPYWRITER.

Start: 9 – 30 September 2006
Every Saturday, 09.00 – 13.00
at IMAGO – School of Modern Advertising
Dharmawangsa Square, Jl. Dharmawangsa VI No. 9, Jakarta Selatan.

Baca lebih lanjut

Jadi Blogger di CNET Asia

cnetbanner.jpg

Bukan untuk membangga-banggakan diri — karena saya takut terjebak jadi narsis — tapi saya ingin mengabarkan hal ini hanya untuk memotivasi yang lain.

Per 7 Agustus lalu, saya terpilih sebagai salah satu penulis kolom di blog CNET Asia (portal IT nomor 1 di Asia dan menjadi referensi utama bagi market di Asia dan dunia). Silahkan dilongok dua kolom perdana saya di http://asia.cnet.com/reviews/blog/toekangit/.

Saya akan ngeblog di situ dua kali seminggu selama setahun.

Mau tahu mengapa saya bisa “terlompatkan” jadi salah satu dari delapan Blogger CNET Asia? Selain pertimbangan pengalaman lain-lainnya, di atas semua itu, karena saya sudah “ngeblog dalam bahasa Inggris.” Setidaknya begitu alasan managing director CNET Asia saat menghubungi saya via e-mail menawarkan posisi ini untuk saya.

Nah, bukankah ngeblog menawarkan sebuah opportunity? Jadi mulailah ngeblog dan pelan-pelan mulai juga versi bahasa Inggrisnya. Ayo, tunggu apa lagi!?

P.S. Terimakasih, buat teman-teman blogger yang “merayakan” hal ini dengan posting-postingnya tentang saya:

A Fatih Syuhud: How Blog in English Could Benefit You

Pujiono – JalanSutera.com: Budi Putra di Cnet Asia itu

Undangan Terbuka HUT AJI

Tak terasa, tahun ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan genap berusia 12 tahun. Tepat pada 7 Agustus 1994, puluhan jurnalis berkumpul di Sirnagalih, Puncak, Jawa Barat, menyatukan tekad membangun kehidupan pers yang lebih bebas, demokratis dan memanusiakan. Sudah banyak yang ilewati organisasi ini dan para penggiatnya. Namun masih banyak pula mimpi dan cita-cita yang belum mampu digapai.

Tema besar peringatan ulangtahun AJI tahun ini adalah media untuk keberagaman. Sebagai organisasi profesi jurnalis, AJI ingin menjawab pertanyaan khalayak ramai yang hari-hari ini sering mempertanyakan sejauh mana media dan insan pers berperan dan peduli menjaga keberagaman masyarakat kita.

Baca lebih lanjut

Kursus Menulis Bahasa Inggris

Andreas Harsono menulis tentang gagasan menyelenggarakan kursus menulis Bahasa Inggris di blognya. Postingnya ini juga merupakan salah satu respon dari postingnya tentang kiat menulis Bahasa Inggris di blog Jurnalisme beberapa waktu lalu.

Beberapa bulan belakangan ini, saya menerima beberapa e-mail atau posting via blog saya, tentang keinginan para pengirim surat tersebut agar Yayasan Pantau bikin kursus menulis esai atau feature dalam Bahasa Inggris.

Budi Putra misalnya, redaktur teknologi Koran Tempo, minta menaruh sebuah esai saya soal bagaimana menulis dalam bahasa Inggris ke situs blog miliknya www.jurnalisme.wordpress.com. Saya tentu senang sekali. Dia sendiri ingin lancar menulis dalam bahasa internasional ini.

Budi juga mengajak saya bertemu di Plasa Senayan. Kami mengobrol dan ia cerita banyak soal beberapa buku karyanya. Tapi rasanya belum afdol kalau belum dalam bahasa Inggris?

Saya anjurkan dia menulis untuk The Jakarta Post. Ia suka dengan ide itu. Ini ajang latihan menulis yang efektif. Di sana ada editor yang bisa memberikan feedback dan memperbaiki karyanya.

Minggu lalu, saya lihat byline miliknya muncul di harian ini. Saya ikut senang.
Baca lebih lanjut

Kapankan Jurnalis Harus Ungkap Siapa Sumbernya?

Jurnalis punya hak untuk tidak membeberkan jati-diri sumber atau informannya. Tapi ada kalanya jurnalis harus mengungkap siapa sumbernya. Kapankah?

Freedom of the Press: When Journalists Should Reveal Their Sources

By Candida Bohnne-Eittreim

Journalists have always claimed the right to protect their sources from exposure. One of the most notable cases was the Ellsburg Papers which led to the Watergate Scandal. That particular story was covered by Bob Woodward and Carl Bernstein, who tried to protect Daniel Ellsberg from disclosing how he came into possession of certain documents. This scenario is common to journalists who are investigating a major piece of ethical wrongdoing in governmental affairs. But the question here is, When should a journalist reveal sources, and under which circumstances?

Baca lebih lanjut

Nir Rosen: Situasi di Irak Lebih Buruk dari Berita Media

nirrosen.jpg

Nir Rosen, seorang wartawan lepas yang tulisannya kerap muncul di surat kabar The New Yorker, The New York Times, dan majalah Time mengungkapkan, konflik yang terjadi di Irak lebih mengerikan dibandingkan dengan apa yang diberitakan di media massa. Menurut penulis yang menguasai bahasa Arab dan masih memiliki darah Iran dari ayahnya ini, konflik di Irak berpotensi mengancam situasi di seluruh Timur Tengah.

Baca lebih lanjut